celoteh imajinasi tanpa henti.

buanglah kata-kata pada tempatnya. racauan tulisan. kumpulan huruf yang tak ingin meredup.
Recent Tweets @naminadini

peluruaksara:

Api melahap sumbu, pada erat cengkaraman benang - benang besi dasar bertumpu. Perlahan panas menunggu ke langit melancung, asap bergelembung, dan bara penuhi lumbung. Maka, sebelum suram langit menariknya dengan cekatan. Biarlah manusia ini menafsirkan ingat, doa, dan harapan.

Dear God,
In Your majesty, You create differences.
In my arrogance, I question Your wisdom.
In Your mystery, You create temptation.
In my inferiority, You make me more than I am.
So here I am.
Surrender me in the agony of Your love.
Surrender me in the irony of Your law.
Lead me to the joy of love redivined.
Teach me how to love You more.
Amen…
cin(T)a (via stopandmelt)
long distance relationship is not only about two bodies are being apart by distance, but it’s about how your heart get closer to each other.
#dinictionary
Doing or done something you hate, mostly lead to disapointment and regret
#dinictionary
  • @naminadini: Merindukanmu, di luar rencana. Menyayangimu, di luar kuasa.
  • @monstreza: Memilikimu lain perkara.
  • @naminadini: Melupakanmu, aku tak bisa.
The holiday in Jogja taught me how to conquer fear in my self. I learned it’s about my will and how to deal with it. And finally, i did!
Kota ini (Jogja) didera hujan. Hati ini didera rindu. Sama derasnya
mina.
Metta Karuna. Metta is loving and kindness, Karuna is compassion.
#Waisak
Being good person is a choice because no matter how good things you did, there must be some peoples who will always judge you bad.
#dinictionary
Sometimes, you need to think and see from negative way, so you will more aware to strangers and peoples won’t use your kindness easily.
#dinictionary
People tend to care about the bad things about someone than the good one. Berita buruk mudah tersebar,berita baik mudah terlupa.
#dinictionary

Berbekal niat untuk melunasi hutang janji datang ke Jogja dan ajakan untuk menyaksikan festival lampion, maka berangkatlah saya ke Jogja. Setelah 8 tahun lamanya tidak menginjakkan kaki di kota Jogja, rasanya senang bisa menghabiskan waktu di kota ini. Dua hari yang saya lewati tidak terasa cukup, ya, mungkin lain waktu saya akan menghabiskan lebih dari 2 hari di kota ini.

Festival pelepasan lampion adalah acara penutup dari ritual perayaan hari Waisak bagi umat Buddha. Banyak wisatawan baik itu wisatawan asing ataupun domestik tumpah ruah memenuhi lapangan yang berada di kaki candi Borobudur. Setelah acara pidato pembuka, pembacaan doa, dan mengelilingi candi Borobudur sebanyak 3 kali. Maka, dimulailah acara pelepasan lampion.

Sebelum mengikuti ritual keliling candi Borobudur, saya dan teman-teman saya membeli 4 buah lampion dan lilin. 1 buah lampion harganya Rp.100.000 dan 1 buah lilin harganya Rp.10.000. Kemudian, kami berbondong-bondong mengikuti rombongan lain yang sudah lebih dulu mengelilingi candi.

Beginilah proses pelepasan lampion itu dimulai:


1) Membakar “sumbu” lampion dengan lilin.

Lampion ini terbuat dari bahan kertas minyak, memiliki bantalan berbungkus kertas plastik yang dikaitkan dengan kawat-kawat pada sisi-sisi lampion. Bantalan ini berfungsi sebagai sumbu. Entah dari apa bahannya, teman saya Mike bilang mungkin bantalan tersebut terbuat dari parafin. Untuk memudahkan terbakarnya bantalan tersebut, kertas plastik yang membalut bantalan harus dibuang. Lilin yang sudah tersulut api kemudian didekatkan pada bantalan hingga bantalan terbakar. Proses awal pembakaran “sumbu” lampion ini tidaklah mudah dan tidak sebentar sehingga membutuhkan kerjasama yang baik antara pemegang lampion dan pemegang lilin.

2) Memastikan sisi-sisi dari lampion agar tidak terjangkau api dan menyiapkan lampion untuk dilepaskan.

Setelah “sumbu” terbakar, lampion tidak bisa langsung dilepaskan. Lampion harus dalam keadaan “siap” ketika dilepaskan karena kalau tidak, lampion tidak akan bisa “terbang”, ia akan jatuh atau malah terbakar dengan sendirinya. Jadi, beberapa dari kami masih memegangi sisi-sisi lampion supaya hawa panas dapat mengisi ruang di dalam lampion tanpa membuat api yang menyala dapat menyentuh sisi-sisi lampion. Barulah ketika lampion terlihat siap dengan seluruh ruang didalamnya terisi udara, kami saling memberi aba-aba untuk melepaskan lampion itu bersama-sama. Membiarkan ia pergi dijemput angin dan bercengkerama dengan langit malam dan penghuni alam.

Satu-persatu dari 3 lampion berhasil dilepaskan, hingga tibalah kami pada lampion terakhir, lampion ke-4. Lampion ini adalah titipan dari seorang teman yang sayangnya tidak bisa hadir untuk mengikuti prosesi tersebut secara langsung. Tapi, pesan yang ia titipkan begitu indah:

“Bahagia Tanpa Jeda. Tuhan, Berikan Aku Kekuatan Untuk Melihat Cahaya Kembali.”

Lampion ke-4 ini memakan waktu agak lama daripada lampion lainnya untuk siap dilepaskan. Entah apa faktor penyebabnya. Ketika kami selesai berteriak pada hitungan ke-3, dengan siap kami lepaskan lampion terakhir. Sayangnya, perjalanan lampion terakhir tidak selancar lampion-lampion sebelumnya. Lampion tersebut tidak langsung “terbang” ke atas, tetapi ia jalan secara menyamping hingga kemudian perlahan ia beranjak tinggi dan mulai “terbang”. Lampion terakhir kami, memiliki alur terbangnya sendiri, tidak bersama “kumpulan” lampion lainnya. Sendiri. Perlahan tetapi pasti.

Lampion-lampion “beterbangan” dan cahayanya mewarnai langit malam. Umat Buddha, menggambarkan lampion ini sebagai harapan yang senantiasa menjadi cahaya penerang bagi kehidupan. Segelap apapun kehidupanmu, selama engkau masih memiliki harapan, hidupmu akan tetap memiliki pelita yang membantumu keluar dari jalan yang gelap tersebut.

Melihat lampion-lampion itu “terbang” seiring dengan hembusan angin, tanpa tahu dengan pasti kemana ia akan jatuh karena habis terbakar api atau menembus ranting dan pepohonan, saya berpikir bahwa makna dari pelepasan lampion ini bukan hanya tentang harapan tetapi tentang melepaskan sesuatu yang negatif dari dalam diri sendiri. Entah itu pikiran negatif, rasa takut, egois, sombong, iri hati dan lain-lainnya. Biarkan energi negatif itu lepas dari tubuh dan hidup kita, biarkan ia menjauh dan kemudian habis dilahap waktu.

Tentang filosofi perwujudan harapan, pelepasan hal-hal negatif dalam diri dari proses pelepasan lampion ini, saya belajar bahwa keyakinan dari dalam diri kita adalah hal yang terpenting. Keyakinan bahwa kita bisa melepaskan lampion dalam keadaan lampion siap, keyakinan untuk siap menghadapi resiko buruk jika lampion tidak “terbang” dengan sempurna atau membentur sesuatu yang ada di hadapannya, dan keyakinan untuk mewujudkan harapan bahwa lampion tersebut akan “terbang” dengan sempurna, menjelajahi angkasa.

Fear is inside of every human. To deal with yourself about it, you should have a strong willing indeed.

Usai sorak sorai pelepasan lampion kami yang terakhir, saya yakin, masing-masing dari kami memiliki makna dan kenangan tersendiri dengan momen tersebut. Kami melangkah pulang dan menuju pelataran parkir mobil dengan tawa yang tak lepas dari wajah dan hati yang bahagia karena pengalaman baru ini. Sungguh liburan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi saya, saya belajar hal-hal baru dari teman-teman baru yang saya temui disana.

Terima kasih kalian, saya senang bisa mengenal dan memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama kalian. :)

:)

@omemdisini

@lionychan

@naminadini

@agastiazirtaf

@JiaEffendie

@SutradaraTop

@oppsyshanty

@Mmychaan

@tyazmaniandevil

@MungareMike

@I_am_BOA

dan rekan baik yang anti-mainstream gak ikutan twitteran: Alfa

Jogjakarta, 05 Mei 2012 - 07 Mei 2012.

Hari ini saya baru membaca tugas #MagicalMay2012 tentang batu dan “Blessing in Disguise”. Mengenai batu, karena saya terlambat membaca tugasnya, saya lalai untuk menemukan batu di sekeliling saya. Biarlah, saya akan membicarakan batu yang lain. Apakah itu? Batu itu adalah diri saya sendiri. Ya, juluki saya si kepala batu. Tidak, ini bukan permintaan, ini hanya pemberitahuan untuk orang-orang yang belum mengenal saya lebih dekat. :p

Jangan keburu takut untuk lebih mengenal si kepala batu ini. Seperti yang seseorang pernah bilang pada saya: “Kamu itu simply complicated. Tapi, orang yang mengenal kamu sudah dipastikan akan menjadi orang yang sayang sama kamu. Tak kenal maka tak sayang, kalo udah kenal hati-hati jadi sayang”, begitu yang ia bilang, sampai sekarang, kalimat itu masih menjadi motto favorit saya. :p

Si kepala batu ini percaya bahwa di setiap kejadian buruk yang menimpanya, pasti ada pelajaran baik setelahnya. Saya sering berpikir bahwa kejadian buruk tersebut adalah ujian sekaligus teguran dari Tuhan atas kelalaian saya terhadap orang lain. Tapi, saya lebih yakin, jika kejadian buruk menimpa saya, itu hanya cara lain untuk mengingatkan saya bahwa Tuhan perhatian sama saya. Ah, Tuhan, dari sekian banyak umatMu, saya bersyukur masih bisa mendapatkan perhatianMu. :’)

9 hal yang saya syukuri dari hari Selasa, 01 Mei 2012:

1. Bangun pagi dalam keadaan masih bernafas. Walaupun, kepala agak pusing dan tenggorokan sakit. Sepertinya saya harus extra hati-hati menjaga kondisi diri kalau tidak mau terserang influenza.

2. Tidak menunggu angkutan umum lama-lama dan sampai kantor tepat pukul 08.35. Terlambat 5 menit dari jam kantor yang seharusnya. :p

3. Ucapan selamat pagi dari sang pacar.

4. Cuaca cerah ketika berangkat ke kantor.

5. Punya waktu tidur siang yang singkat namun cukup untuk me-recharge energi saya untuk bekerja.

6. Tamat puasa dan berkurang hutang puasa saya, jadi tersisa 4 hari lagi hutang puasanya.

7. Berbuka puasa ditemani dengan teman-teman kantor di sebuah mall di kawasan Senayan.

8. Sampai kost-an dengan selamat dan perjalanan pulang lancar.

9. Tiket kereta api tujuan Jogja ternyata aman tersimpan dan tidak (jadi) hilang. padahal sempat bikin panik teman-teman dan orang rumah. -____-“

10. Blessing in disguise: blackberry saya yang baterenya boros minta ampun mengharuskan saya untuk membeli 1 buah batere lagi untuk batere cadangan dan 1 charger desktop. Biaya ini diluar catatan pengeluaran saya, tapi siapa sangka kalau kemudian hal ini malah jadi peluang bisnis kecil-kecilan buat saya. Teman-teman jadi pada nitip beli sama saya juga. Lumayan untungnya bisa buat beli gorengan atau sekedar jajan bakso. :)))

Terima kasih, Tuhan, atas pintu berkat yang kerap kali Engkau bukakan. :)

#MagicalMay2012 hari ke-2

poeticonnie:

Berawal dari obrolan di DM dengan @kikisuriki pagi ini yang mengajak saya untuk mengundang hal-hal baik agar terjadi dalam hidup saya, saya tergugah untuk menularkan keajaiban itu kepada teman-teman di Twitter dan Tumblr.

Setiap pagi, akan ada tugas dari Kiki yang harus saya kerjakan secara…

Selamat datang bulan Mei di tahun 2012.

Begitu banyak yang harus saya syukuri hingga saat ini. Mungkin akan coba saya rangkum dalam 10 poin.

Saya bersyukur karena…

1. Tubuh saya diberikan kesehatan sehingga organ di dalamnya masih bisa bekerja sesuai fungsi dan tugasnya dengan baik.

2. Bapak, Mamah, dan adik-adik selalu dalam perlindungan Tuhan. Saya lega jika mereka sehat dan baik-baik saja.

3. Pacar yang telah ‘kembali’ dan hingga saat ini masih bukan main sabarnya dalam menghadapi saya.

4. Diberikan sahabat dan keluarga baru di Jakarta, baik itu lewat Twitter, tempat kost maupun dari lingkungan kerja yang membuat saya nyaman tinggal di sini.

5. Mendapatkan pekerjaan, perusahaan dan reward yang lebih baik dari sebelumnya.

6. Kost-an dan kantor baru yang lebih enak dan homy dari yang sebelumnya.

7. Masih bisa bermain basket walaupun sudah pindah ke Jakarta.

8. Masih bisa bolak-balik Jakarta-Bandung pada saat weekend.

9. Dapat kesempatan untuk datang ke acara yang seru entah itu gara-gara undangan teman atau dapat gratisan. #mureee :p

10. Team di kantor yang suportif dan menyenangkan, termasuk bosnya.

Rasanya menuliskan 10 poin saja begitu sulit, bukan karena tidak ada yang bisa saya syukuri, melainkan karena terlalu banyak nikmat dari Tuhan yang bisa saya syukuri.

Maka, nikmat dari Tuhanku yang mana yang telah aku dustakan? Semoga tidak ada.

Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.

:)

#MagicalMay2012 hari ke-1

(source: click here)